Masa Depan Iran ditangan Hassan Rouhani, Sang “Diplomat Syekh”

Mungkin tidak banyak orang yang tahu siapa itu Hassan Rouhani. Sebagai Presiden Iran yang baru, Hassan Rouhani memang masih kurang populer dibandingkan dengan presiden terdahulunya yakni Ahmadinejad. Hassan Rouhani menggantikan Ahmadinejad yang telah memimpin Iran selama dua masa jabatan (delapan tahun) dan akan memimpin selama periode empat tahun kedepan. Hassan Rouhani terpilih menjadi presiden Iran setelah mengalahkan lima kandidat lainnya, termasuk Walikota Tehran Mohammad Bagher Ghalibaf, pada pemilihan presiden tanggal 14 Juni 2013. Selain itu, Hassan Rouhani juga dikenal sebagai mujtahid Syiah, ulama Muslim, pengacara dan seorang diplomat. Pada masa kampanye kepresidenannya, Hassan Rouhani berjanji akan menyiapkan piagam hak-hak sipil (civil rights charter), memperbaiki ekonomi Iran dan hubungan yang ‘kurang baik’ dengan negara-negara Barat. Latar belakang keluarga, pendidikan, dan karirnya sangat mempengaruhi cara berpikir dan bertindak presiden Hassan Rouhani yang sering disebut dengan “Sheikh Diplomat”.

                Hassan Rouhani dilahirkan di Sorkheh, bagian Utara Iran, dalam keluarga yang religius. Ayahnya, Asadollah Fereydoon, merupakan aktivis politik yang aktif menentang pemerintahan Syah Iran, Mohammad Reza Shah Pahlevi dan beberapa kali ditahan oleh pemerintah sebelum Revolusi Islam Iran pada tahun 1979 terjadi. Sebelum memasuki pendidikan di Universitas Teheran, Hassan Rouhani menjalani pendidikan agama di Semnan dan Qom seminari sampai tahun 1969. Hassan Rouhani meraih gelar Master HUkum dan Ph.D Hukum Konstitusi di Universitas Kaledonia Glasgow, Skotlandia. Latar belakang keluarga dan pendidikannya mempengaruhi cara pandangnya yang cenderung moderat-konservatif. Namun, pada masa kampanye pemilihan presiden 2013, Hassan Rouhani cenderung mendukung kebijakan-kebijakan pro-perubahan yang diusung oleh kaum reformis Iran. Strategi tersebut sedikit banyak membantunya dalam memenangkan suara di kalangan pragmatis dan reformis Iran. Berkaitan dengan janji kampanyenya yang akan segera menyiapkan piagam hak-hak sipil, terutama masalah kebebasan berpendapat, hak-hak perempuan dan etnis minoritas, masih terdapat sentimen negatif dan pesimis di berbagai kalangan yang menyangsikan kebijakan tersebut akan segera terwujud. Terdapat kemungkinan bahwa janji tersebut hanya bertujuan untuk mencari suara bagi kemenangannya di pemilihan umum.

                Approved President Candidates of Iran's Election 2013Salah satu janji kampanye Hassan Rouhani pada pemilihan presiden yang lalu menyatakan keinginannya memperbaiki ekonomi Iran yang carut marut semasa kepemimpinan Mahmud Ahmadinejad. Ekonomi Iran saat ini terpuruk akibat sanksi yang diberikan oleh beberapa negara seperti Amerika Serikat dan negara anggota Uni Eropa, yang menargetkan pada perdagangan minyak dan industri keuangan Iran. Bahkan, negara-negara seperti China, Jepang, Korea Selatan dan India, yang merupakan negara utama pengimpor minyak Iran, memangkas pembeliannya sampai 22 persen pada pertengahan tahun 2013. Krisis keuangan Iran diperparah dengan tingginya inflasi dan rendahnya nilai tukar mata uang terhadap Dolar Amerika. Ekonomi Iran sebagian besar bertumpu pada perdagangan minyak mentah, oleh karena itu, perbaikan ekonomi Iran sebaiknya difokuskan pada pemulihan perdagangan minyak kepada negara-negara utama pengimpor. Pemulihan ini berkaitan erat dengan penarikan sanksi ekonomi oleh negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan negara anggota Uni Eropa. Hassan Rouhani harus mampu memperbaiki hubungan Iran dengan negara-negara Barat namun harus tetap bersifat independen dalam kebijakannya. Isu yang paling utama dan pelik terkait dengan hubungan Iran dengan negara-negara Barat adalah mengenai isu program nuklir Iran.

                Hassan Rouhani dikenal sebagai seorang diplomat yang handal. Selama, lebih dari 15 tahun Hassan Rouhani menjadi Sekretaris Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran. Pada masa jabatannya tersebut, beliau bertindak sebagai negosiator utama dalam perundingan program nuklir Iran bersama dengan negara P5+1, yakni Amerika Serikat, Inggris, China, Perancis, Rusia dan Jerman. Arah kebijakan Hassan Rouhani yang berlawanan dengan kebijakan pendahulunya, terlihat pada saat ia mengundurkan diri sebagai sekretaris Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran. Hal tersebut juga diikuti oleh penggantinya yakni Ali Larijani yang mengundurkan diri dua tahun kemudian. Melalui menteri Luar Negerinya pada pemerintahan yang baru ini, Iran menyatakan bahwa kebijakan pemerintah sebelumnya tidak sesuai dengan kepentingan nasional Iran. Hal  tersebut dilihat oleh negara-negara Barat dan internasional sebagai sinyal yang baik bagi masa depan perundingan terkait isu program nuklir Iran. Pada balasan surat resmi kenegaraan yang ditujukan kepada presiden Barack Obama, Hassan Rouhani menyatakan bahwa pihaknya tidak akan pernah mengembangkan persenjataan nuklir dan akan melanjutkan perundingan mengenai program nuklir Iran dengan segera.

People of Iran gave their votes on Election for the new presidentHassan Rouhani disebut-sebut sebagai harapan baru bagi rakyat Iran yang telah mengalami krisis ekonomi dan tindakan otoriter dari pemerintah. Selain itu, presiden baru Iran tersebut juga menjadi harapan baru bagi masyarakat internasional dalam menciptakan kawasan yang damai dan stabil. Latar belakang, pengalaman dan kepiawaian negosiasi Hassan Rouhani memberikan angin segar, tidak hanya bagi rakyat Iran, namun juga bagi banyak orang di kawasan Timur Tengah maupun dunia.

Advertisements

3 thoughts on “Masa Depan Iran ditangan Hassan Rouhani, Sang “Diplomat Syekh”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s