Definisi Bajak Laut: IMO vs IMB

         Dalam film “Pirates of Carribean” atau anime “One Piece”, bajak laut laut sering diromantisasi dengan sudut-sudut percintaan dan heroism. Begitulah, media hiburan membungkus fenomena bajak laut di perairan dunia dengan sesuatu yang dapat melemahkan citra kejam dan bengis para bajak laut ketika beraksi diperairan. Bajak laut bukanlah sesuatu yang baru dalam peradaban manusia. Kelompok bajak laut muncul dan berkembang seiring dengan peradaban manusia itu sendiri. Pada abad-abad awal masehi, ketika lautan menjadi jalur perdagangan yang ramai yang menghubungkan daratan Eropa dengan wilayah Timur Tengah yang terpencil dan Asia yang terletak jauh di Timur, kelompok bajak laut tumbuh dan berkembang. Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan kelompok-kelompok bajak laut. Terdapat beberapa catatan sejarah yang menggambarkan wilayah perairan Asia Tenggara yang rawan akan serangan bajak laut. seperti yang pernah ditulis oleh Fa-Hsien awal abad kelima yang melewati perairan Asia Tenggara ketika melakukan perjalanan pulang dari India menuju Cina. Begitu juga dengan catatan milik Chia-Tan pada abad kedelapan dan kesembilan serta catatan dari Ibnu Battutah pada pertengahan abad keempat belas.

            Bajak Laut saat ini telah mengalami perubahan-perubahan baik dalam taktik, persenjataan maupun definisi dan ruang lingkup operasi. Selain itu, pada masa sekarang ini, bajak laut telah dimasukkan ke dalam kejahatan internasional dan diatur dalam hukum-hukum internasional. Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization-IMO) merupakan salah satu badan organisasi internasional yang mengatur tentang bajak laut di dunia. IMO mengeluarkan definisinya tentang bajak laut. Definisi yang dikeluarkan oleh IMO berdasarkan hukum laut internasional (United Nations Conventions on the Law of the Sea) tahun 1982.

any illegal acts of violence or detention, or any act of depredation, committed for private ends by the crew or the passengers of a private ships or a private aircraft, and directed on the high seas against another ships or aircraft, or against persons or property on board such ship or aircraft; against a ship, aircraft, persons, or property in a place outside the jurisdiction of any state.”[1]

Definisi dari IMO tersebut memiliki lima karakteristik. Pertama, pembajakan laut harus melibatkan tindakan kriminal seperti kekerasan, detensi atau depredasi.  Kedua, pembajakan laut harus dilakukan di laut lepas atau di tempat di luar yurisdiksi sebuah negara. Ketentuan tersebut membatasi definisi pada sebuah tindakan kekerasan atau penahanan ilegal terhadap sebuah kapal di wilayah laut bebas atau di wilayah lainnya di luar yurisdiksi sebuah negara. Sehingga, aksi perampokan dan pembajakan yang dilakukan di dalam wilayah laut teritorial suatu negara tidak akan dimasukkan ke dalam istilah bajak laut. Oleh karena itulah, IMO mendefinisikan serangan kriminal dengan senjata terhadap kapal di dalam perairan teritorial sebagai perampokan bersenjata, bukan aksi bajak laut. Pembedaan ini akan berdampak sekali kepada perlakuan hukum terhadap para tersangka termasuk pada prosedur penangkapan, penahanan dan pengadilan serta vonis hukuman.

Unsur ketiga dari definisi UNCLOS tentang pembajakan laut adalah harus melibatkan dua kapal (two-ship requirement). Bajak laut harus menggunakan sebuah kapal untuk  menyerang kapal lain. Oleh karena itu, dengan definisi tersebut maka penyerangan yang dilakukan oleh penumpang atau awak kapal yang berasal dari dalam kapal tidak termasuk aksi bajak laut. Begitu juga dengan penyerangan terhadap kapal yang sedang melabuh di pelabuhan dari atas dermaga. Keempat, pembajakan laut harus dilakukan demi tujuan pribadi, yang mana tidak memasukkan aksi terorisme atau kegiatan lingkungan sebagai aksi bajak laut. Oleh karena itu, pembajakan laut yang dilakukan oleh kelompok pemberontak misalnya, tidak dapat digolongkan ke dalam definisi bajak laut. Kelima, serangan oleh kapal angkatan laut tidak dapat disebut aksi bajak laut karena serangan bajak laut harus dilakukan oleh awak atau penumpang kapal milik pribadi.

Definisi dari IMO tersebut tidak dapat mencakup penyerangan yang dilakukan di wilayah teritorial, penyerangan di pelabuhan, serangan oleh kelompok pemberontak politik, dan serangan oleh kapal milik pemerintah. Oleh karena itulah, definisi tersebut tidak dapat mengakomodasi perampokan terhadap kapal yang justru banyak dilakukan di wilayah teritorial (ciri dominan aksi kejahatan laut di perairan Asia Tenggara yang sebagian besar perairannya adalah laut teritorial). Biro Maritim Internasional (International Maritime Bureau-IMB) menyikapi hal tersebut dengan mengeluarkan definisi yang berbeda.

an act of boarding or attempting to board any ship with the intent to commit theft or any other crime and with the attempt or capability to use force in furtherance of that act

IMB mendefinisikan bajak laut sebagai sebuah tindakan menaiki atau berusaha menaiki kapal apapun dengan maksud melakukan pencurian atau bentuk kejahatan lain dan dengan usaha atau kemampuan menggunakan kekerasan dalam aksinya.[2] Definisi tersebut tidak membedakan antara penyerangan di laut bebas dan di dalam perairan teritorial sehingga mencakup penyerangan terhadap kapal di wilayah perairan teritorial. Definisi tersebut termasuk tidak hanya serangan terhadap kapal-kapal yang sedang berlayar saja, namun juga serangan terhadap kapal-kapal yang sedang berlabuh di pelabuhan atau sedang menurunkan jangkar (Vivian, 2001). Selain itu, keharusan pelibatan dua kapal juga tidak digunakan, yang berarti bahwa penyerangan dari sebuah rakit atau bahkan dari dermaga dapat dikategorikan sebagai aksi bajak laut. Definisi IMB juga tidak mengharuskan aksi bajak laut harus dilakukan dengan tujuan pribadi. Penyerangan terhadap kapal untuk alasan politik dan lingkungan digolongkan sebagai aksi bajak laut. Begitu juga dengan aksi bajak laut dengan motif politik yang dilakukan oleh para pemberontak di suatu negara dengan tujuan mengumpulkan dana bagi operasi mereka. Tidak hanya itu, aksi penyerangan yang dilakukan oleh kapal angkatan laut pemerintah suatu negara juga dapat dimasukkan ke dalam aksi bajak laut.

Perbedaan definisi yang terjadi antara kedua organisasi maritim internasional yakni IMO dan IMB akan memberikan konsekuensi yang cukup berbeda satu sama lain. Definisi yang lebih luas yang ditawaran oleh IMB, cenderung menggambarkan kondisi geo-politis saat ini, terutama di wilayah perairan Asia Tenggara yang sebagian besar memiliki perbatasan laut satu sama lain. Selain itu, tidak jarang negara-negara pantai di Asia Tenggara saling berbagi wilayah laut yang sempit. Sebut saja Selat Malaka dan Selat Singapura yang merupakan bagian dari negara pantai seperti Indonesia, Malaysia dan Singapura. Sebagai contohnya juga, Laut Cina Selatan dan Teluk Thailand yang wilayahnya terbagi untuk beberapa negara seperti Cina, Thailand, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Indonesia, dan sebagian Filipina. Wilayah perairan lainnya yang masih menjadi sengketa juga terjadi di Filipina Selatan, Laut Andaman, Celah Timor dan lainnya. Oleh karena karakteristik perairan tersebut jugalah, insiden bajak laut sering terjadi di wilayah yurisdiksi suatu negara atau di dalam wilayah laut teritorial. Definisi yang ditawarkan oleh IMO tidak mampu mengakomodir karakteristik wilayah perairan di Asia Tenggara yang sebagian besar merupakan laut teritorial.


[1] United Nations, Official Text of the United Nations Convention on the Law of the Sea (New York: United Nations, 1983), Pasal 101

[2] “an act of boarding or attempting to board any ship with the intent to commit theft or any other crime and with the attempt or capability to use force in furtherance of that act” dalam J. Abhyankar, “An Overview on Piracy Problems—a Global Update” diakses melalui http://www.sils.org/seminar/1999-piracy-00.htm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s