Ada Apa Dengan Strategi Pertahanan Indonesia?

Sebagai sebuah bangsa kepulauan terbesar di dunia, dengan total wilayah darat dan laut beserta Zona Ekonomi Eklusif-nya yang mencapai 10 juta km persegi, Indonesia memiliki pandangan pertahanan nasional yang seharusnya berbeda dengan bangsa lainnya. Selain itu, bangsa Indonesia memiliki kekhasan yang tidak dimiliki bangsa lain terkait dengan posisinya yang strategis. Kekhasan ini konsekuensi dari adanya UNCLOS (United Nations Conference on the Law of the Sea) yang membagi Indonesia menjadi empat kompartemen strategis sesuai dengan ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang ada. Hal ini berarti ancaman eksternal dan manifestasi ancaman lainnya sangat berpotensi mengekploitasi kawasan perairan Indonesia.

Konvensi Hukum Laut yang ditandatangani pada tahun 1982 ini mengatur implementasi beberapa hal seperti penentuan garis pangkal, hak lintas damai, penentuan batas perairan pedalaman, Zona Ekonomi Ekslusif, Landas Kontinen dan penetapan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Konvensi ini memberikan hak dan kewajiban baru kepada banyak negara dan membutuhkan langkah-langkah untuk mengatur dan melindunginya. Pada tahun 1996, Pemerintah Indonesia telah mengusulkan kepada IMO (International Maritime Organization) tentang penetapan tiga ALKI beserta cabang-cabangnya di perairan Indonesia yaitu:

 ALKI I : Selat Sunda, Selat Karimata, Laut Natuna dan Laut Cina Selatan
 ALKI II : Selat Lombok, Selat Makassar, dan Laut Sulawesi
 ALKI III-A : Laut Sawu, Selat Ombai, Laut Banda (Barat Pulau Buru)-Laut Seram (Timur Pulau Mongole)-Laut Maluku, Samudera Pasifik
 ALKI III-B : Laut Timor, Selat Leti, Laut Banda, (Barat Pulau Buru) dan terus ke ALKI III-A
 ALKI III-C : Laut Arafuru, Laut Banda (Barat Pulau Buru) terus ke utara ke ALKI III-A

           Pengusulan ketiga ALKI tersebut bagi Indonesia didasarkan atas pertimbangan dari berbagai aspek kepentingan sektoral yang terkait, antara lain kepentingan pertahanan dan keamanan, keadaan hidro-oceanografis dari masing-masing ALKI, masalah lingkungan laut, kawasan konservasi, taman laut, kegiatan-kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam terutama migas, kegiatan penangkapan ikan, kepentingan dan keselamatan pelayaran dan penerbangan internasional serta kepentingan-kepentingan internasional terhadap lintas laut yang paling aman dan cepat melalui perairan Indonesia. Ketentuan-ketentuan tersebut akan diberlakukan enam bulan setelah ketentuan-ketentuan tersebut diundangkan oleh perangkat hukum Indonesia. Baru pada tahun 1996, undang-undang yang mengatur pelaksanaan konvensi Hukum Laut tahun 1982 dikeluarkan dalam bentuk Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 Tentang Perairan Indonesia.

          Ketentuan ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) menjadi sebuah hal yang paling mengancam kepentingan Indonesia di wilayah perairan. Secara, dengan adanya ketentuan ALKI tersebut, Indonesia harus mempersilakan kapal dagang dan kapal perang negara lain untuk dapat melintas di wilayah teritorial Indonesia. Ada beberapa hal yang mengancam keamanan Indonesia dilihat dari adanya ketentuan ALKI tersebut. Pertama, meningkatnya volume perdagangan dunia yang melalui laut dari 21.480 milyar ton pada tahun 1999 menjadi 35.000 milyar ton pada tahun 2010, dan 41.000 milyar ton pada tahun 2014. Perlu dicatat bahwa 25% perdagangan dunia tersebut dibawa oleh sekitar 50.000-60.000 kapal dagang setiap tahunnya melintasi jalur lalu lintas internasional yang melintasi perairan Indonesia. Kedua, alasan kenapa Indonesia seharusnya lebih menekankan pada pertahanan laut adalah adanya intervensi dan inisiatif oleh negara-negara besar yang kepentingannya (ekonomi perdagangan dan perang melawan terorisme) tidak ingin terganggu di kawasan perairan Indonesia. Hal ini tentunya didorong oleh tujuan mereka untuk mengamankan jalur perdagangan laut dan kontrol atas barang-barang yang diangkut oleh kapal-kapal yang melalui jalur tersebut. Ketiga, adalah masalah penyelundupan baik manusia, senjata ringan, dan narkotika. Ratusan ribu pucuk senjata ringan (Small Arm and Light Weapon) selundupan beredar di kawasan Asia Tenggara tiap tahunnya dan lebih dari 80 persen dari penyalurannya melewati laut. Daerah-daerah sekitar ALKI selalu sangat rawan terhadap kegiatan-kegiatan kejahatan internasional, penyelundupan manusia dan senjata, dan infiltrasi. Hal ini tentunya sangat terkait dengan kegiatan teorisme dan separatisme di Indonesia. Dari ketiga alasan tersebut di atas, membuktikan bahwa Indonesia berada dalam sebuah situasi dan kondisi yang tepat dan sesuai untuk datangnya ancaman dari kekuatan eksternal yakni intervensi, mungkin invansi, negara lain yang ingin mengamankan kepentingannya dan pihak non-negara seperti kelompok teroris dan sindikat penyelundupan internasional yang memanfaatkan jalur laut internasional. Selain itu, Indonesia juga memiliki ancaman dari internal seperti dari kelompok pemberontak atau separatis yang mendapatkan pasokan persenjataan dari penyelundupan senjata yang beredar di sekitar perairan Indonesia karena adanya jalur laut internasional dan lemahnya pengawasan dan pengamanan patrol laut oleh pihak militer Indonesia.

            Jika melihat kenyataan seperti yang tertulis di atas apakah masih tepat dan sesuai apabila Indonesia masih menerapkan strategi pertahanan landas darat?. Mempertahankan negara kepulauan sebaiknya bersandar pada Angkatan Laut, yang didukung oleh Angkatan Udara dalam kerangka pertahanan terluar (zona penyangga), sementara Angkatan Darat harus siap menggelar kekuatannya bilamana perang merambah pada area kontinen Indonesia (zona pertahanan dan perlawanan). Oleh karena itu, sistem pertahanan Indonesia harus bersifat integral dimana menempatkan Kekuatan Maritim dan Kekuatan Udara sebagai kekuatan utama tanpa mengabaikan Kekuatan Darat. Tidaklah sesuai dengan lingkungan strategis bila upaya mempertahankan Indonesia memfokuskan penggunaan strategi pertahanan kontinental (darat) daripada penggunaan kekuatan maritim (laut) dan dirgantara (udara). Dengan perancangan strategi pertahanan yang tepat dan sesuai dengan lingkungan strategis Indonesia maka akan menciptakan pertahanan yang memiliki efek deterrance kepada pihak lain. Oleh karena itu, pertahanan Indonesia ke depan harus jelas dan sesuai dengan kondisi lingkungan strategis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Advertisements

19 thoughts on “Ada Apa Dengan Strategi Pertahanan Indonesia?

  1. it’s doesn’t whether it’s from SPM or from anywhere…

    Yang penting original….n punya stance yang kuat…

    Betul gak pak?

  2. Wooi itu tadi komenya si Togi
    pake nama gw. Dasar tuh si Togi!

    Nah, ini komen gw sebenarnya:
    Lu pernah menceritakan mengenai topik ini sebelumnya secara langsung ke gw. Dan dari gaya analisa lu, gw udah menaruh keyakinan bahwa lu emang sangat kompeten untuk menganalisa kasus ini.

    Memang sih strategi pertahanan Indonesia tuh harusnya sea-based karena kita emang negara kepulauan. Tapi, masalahnya adalah pada masalah non-teknis. Apakah jenderal AD yang selama ini menguasai TNI RI mau memberikan anggaran yang lebih besar ke TNI AL? Khan selama ini ada “kebiasaan” TNI AD lebih “kuat”

    Mudah-mudahan dengan tulisan ini dapat menggugah para ahli pertahanan Indonesia. Bravo!

  3. numpang tanya ni, sebenarnya komunitas apa sih yg lagi ngebahas strategi pertahanan di blog ini?
    Aku interest banget nih, syukur2 ada yg mo ksh masukan artikel atau bahasan lbh lanjut ttg konsep pertahanan lainnya
    Itung2 buat komparasi nih, soalnya aku baru belajar manaj Han tsb
    Thx 4 All

  4. wah kalo itu saya juga gak tau….
    belum pernah seh gabung atau kunjungin blog komunitas strategi pertahanan…

    ngomong-ngomong ni siapa yah?
    anak mana?
    yah mungkin kalo gw tau mas/mba dari mana, saya bisa rekomendasiin deh

  5. Perkenalkan, nama saya Hadi, atase perhubungan di london, UK.
    Bahasan bapak sangat menarik perhatian saya. Walaupun ini bukan situs resmi pemerintah, tapi saya menganggap isinya sangat berbobot untuk dipikirkan bersama.
    Kalau bapak penulis lebih menekankan pada ketahanan (DEFENCE/SECURITY) saya bisa mengerti. Nmun saya dr Perhubungan, maka saya juga mohon pengertian kalau saya lebih tertarik pada sisi KESELAMATAN pelayaran.
    Ditinjau dari sisi pertahanan sangat mutlak harus secara nyata dipikirkan tindakan real nya karena sudah “terlanjur” diundangkan. Tidak bisa tawar menawar lagi ddan tidak boleh alasan ga ada uang, krn proses terjadinya ALKI tidak 1 atau 2 hari.
    Pada saat ini IMO (International MAritime Organization) sedang membahas tentang pelaksanaan LRIT (Long Range Identification Tracking). Namun masalah ini diangkat berkaitan dengan keselamatan pelayaran (safety of navigation) dan keamanan maritim (maritime security). Dephub, bekerja sama dengan Dinas Hidrografi serta Deplu sedang melakukan kerjasama membahas hal ini, yang nantinya akan menjadi bahan masukan sidang2 di IMO. Tugas saya adalah mengikuti sidang2 IMO meneruskan kebijakan2 nasional berkaitan dengan tindakan2 yang diambil oleh Indonesia berkaitan dengan pelaksanaan konvensi2 IMO dan memberikan informasi ke IMO perihal keselamatan navigasi di perairan Indonesia
    Demikian sumbangan saya di blog ini, saya menunggu masukan dari pembaca blog ini untuk dapat disatukan pemikiran pertahanan dan keselamatan navigasi pada ALKI
    Terima kasih

  6. wah..tersanjung sekali saya kalau ada orang pihak atase yang komentar di blog…
    sebenarnya masalah pertahanan dan keselamatan, walaupun berbeda kajian dan perhatian masalahnya, tapi bisa dilakukan seiring berjalan dalam masalah penyelesaiannya…
    Manajemen perhubungan dan pertahanan di Indonesia terkennal dengan kebobrokannya, mulai dari korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan yang terpenting tidak adanya strategi besar dan aplikasinya..
    masalah pelayaran di beberapa choke di Indonesia dapat menyangkut pertahanan juga sekaligus keselatan pelayaran..
    kemarin (minggu, 13 Jan 08) saya baru saja menyaksikan sebuah dokumenter tentang tenggelamnya KM. Senopati Nusantara yang berlayar dari Kumai (Kalimantan Tengah) ke Semarang. Setelah tenggelam karena ombak besar, korban meninggal sebagian besar karena sekoci (perahu karet) dan pelampung serta sosialisasi penggunaan yang tidak memadai..dan yang selamat harus selama 200 jam terkatung-katung di laut Jawa sampai diketemukan oleh tim penyelamat. korban yang lebih banyak seharusnya bisa dihindari jika saja safety requirements lengkap dan memadai.
    kaitannya dengan pertahanan adalah bahwa paradigma ancaman keamanan dan pertahanan tidak boleh sempit. masalah keselamatan pelayaran baik kapal domestik maupun asing dapat dikategorikan sebagai ancaman apalagi ketika berkaitan dengan piracy, terorisme, smuggling.
    mengenai perjanjian mengenai ALKI, seharusnya Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat terlebih dahulu sebelum menyetujui segala sesuatunya. percuma saja jika perjanjian hanya akan merugikan Indonesia dan menguntungkan pihak lain. Perjanjian yang sudah terlanjur disepakati, harus dikelola oleh pemerintah sebaik mungkin, jangan sampai jadi duri dalam daging bagi pertahanan maupun perhubungan Indonesia. Tapi mungkin dua masalah tersebut yakni pertahanan dan perhubungan di ALKI (perairan) masih menjadi prioritas yang rendah saat ini bagi pemerintah RI. political will harus dibangun terlebih dahulu sebelum mengharapkan segala sesuatu berpihak pada Indonesia.

  7. saya setuju sekali bahwa konsep pertahanan indonesia memang harus dititikberatkan pada konsep pertahanan terluar dengan menitik beratkan pada kekuatan udara dan laut. Akan tetapi kalau dilihat kondisi riilnya saat ini untuk menerapkan konsep tsb menurut saya masih terkendala masalah ekonomi, keterpurukan ekonomi indonesia pasca krismon 1997 masih terasa hingga skrg, APBN sendiri masih “empot-empotan” untuk menopang perekonomian ditambah dgn melambungnya harga minyak dunia. Sedangkan untuk memaksimalkan kekuatan udara dan laut dibutuhkan alusista yang mana disini teknologi dan perangkat keras benar2 diutamakan, dan tentunya untuk membeli teknologi maupun perangkat kerasnya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Konsep pertahanan kontinen yang diwujudkan melalui sishankamrata oleh sebagian kalangan memang dirasa paling tepat saat ini, mengacu pada buku putih pertahanan RI ancaman dari luar hingga beberapa tahun masih kecil kemungkinannya, ancaman dari luar yang terbesar justru datang dari aktor non negara. Sedangkan ancaman terbesar dari dalam negeri masih seputar terorisme, konflik horisontal, separatis, serta bencana alam. Tetapi disisi lain tidak bisa dinafikkan juga ancaman dari luar, kasus sengketa perbatasan dengan negara tetangga, sampai pelanggaran kedaulatan bisa dikatakan terjadi karena terbatasnya alutsista, di tengah krisis seperti ini sudah saatnya indonesia mandiri, alangkah baiknya bilamana dalam pembelian alutsista disertai dengan alih teknologi. Semuanya bisa dilakukan bilamana didukung oleh semua pihak yang terkait mulai dari Dephan, DPR, Depkeu, Bank2 nasional hingga industri strategis. Sudah saatnya Indonesia bangkit dan memberdayakan industri dalam negeri untuk alih teknologi agar tidak tergantung pada negara luar.

  8. Menurut hemat saya bahwa Indonesia sulit untuk maju selagi orentasi dan strategi pertahanan masih berorientasi pada daratan tanpa memperdulikan kajian dan strategi pertahanan Maritim, angkatan laut kita ibaratnya “mata terlepas badan terkurung ibaratnya burung dalam sangkar” bagai mana mungkin kita akan maju dari sisi pertahanan anggaran yang diberikan pada TNI AL sangat minim sementara wilayah laut yang di cover meliputi 3ALKI dengan armada laut (kapal perang) kondisinya tidak sebanding, berbicara laut berrati berbicara hukum internasional tidak bisa kita memandang pertahanan laut hanya sektoral tetapi kita juga harus melihat kofigurasi letak posisi indonesia yang sangat strategis, dijaman presiden soekarno indonesia kekuatan lautnya pernah mendapat julukan macan asia ditahun enampuluhan., ini disebabkan dengan presidennya yang notabanenya sipil tetapi mengerti dengan pertahanan laut makanya dizaman itu Angkatan laut Indonesaia paling kuat dengan armada kapal perangnya kuat.

  9. SETUJU BANG!!

    Indonesia kita merupakan daerah kepulauan. daerah yang menjadi perbatasannya sudah jelas laut. wilayah terluasnya pun laut. sumberdaya terbesar juga laut. dengan begitu, sudah jelas bahwa tidak ada alasan untuk mengabaikan sistem pertahanan laut kita.

    sepanjang sejarah, masalah “illegal fishing” di negara kita tidak pernah terselesaikan dengan baik. secara persentase masih belum memuaskan. bayangkan saja berapa banyak kekayaan yang telah di curi oleh nelayan asing. kalau saja pencurian ini bisa ditanggulangi, hutang negara pasti bisa terbayarkan dan rakyat tidak perlu menderita.

    pokoknya,,
    perkuat sistem pertahanan laut kita dan ubah orientasi ekonomi lebih ke arah pemanfaatan sumberdaya perairan.

    CINTA KU UNTUK INDONESIA KU…

  10. ya
    kita sebagai bangsa Indonesia harus kuwat dan bersatu
    jangan sampai bangsa Indonesia diinjak injak ma bangsa lainnya
    kloi bisa perkuat terus pertahanan laut udaru dan darat

  11. “Indonesia masih menerapkan strategi pertahanan landas darat.”
    Dasarnya apa, sehingga anda mengatakan demikian??

    lha wong pertahan darat aja morat-marit gitu kok dibilang strategi pertahanan landas darat… hik hik hik hik…

  12. BUKANNYA INDONESIA disebut negara maritim dari sejak jaman nenek moyang,jadi gag ada salahnya membangun lagi kejayaan indonesia melalui pertahanan lautnya….

  13. Pingback: Konsep Skenario Mengembalikan Visi Maritim NKRI « Gading Mahendradata

  14. sebenarnya permasalahan itu cuma 1 yaitu KORUPSI,gimana kita mau menjadi bangsa yg besar korupsi meraja lela,jika korupsi sudah jauh berkurang,otomatis jumlah pendapatan negara bertambah drastis,nah kitapun leluasa membangun bangsa ini dgn penuh rasa nasionalisme,bangsa ini susah karna ulah dari segelintir orang yg perlu di singkirkan dari bumi pertiwi,karna korupsi itu perbuatan biadap yg telah membunuh karakter bangsa indonesia,telah membunuh rakyat indonesia secar pelan2.

    • ini dia….. sang masalah utama…. kendalikan/tuntaskan yg satu ini… baru lah urs lain-lain bangsa ini dapat brjalan sbgmana yg tlh bangsa ini bahas/sepakati…. semua kekurangan yg ada… baik yg trlihat lgsung ataupun yg sedikit trsmbunyikan… akan mudah kita atasi bersama… jika laju korupsi dpt kita tekan/kendalikan/tuntaskan…. HARAPAN ITU MASIH ADA KOK… iNSYA ALLAH.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s