Pasar atau Nuklir?

knin192l.jpg

Apa yang ada dalam pikiran anda jika saya menyebutkan negara-negara semisal Kuba, Venezuela, Iran dan Korea Utara? Mungkin saja apa yang kalian pikirkan adalah negara-negara tersebut merupakan negara-negara yang memiliki reputasi buruk dimata Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya. Sebut saja, mereka bermasalah dengan Energi Nuklir, Minyak Bumi, ataupun hal yang sedikit idealis yakni berhaluan Kiri (Komunis). Namun ada satu hal yang menarik dari keempat negara tersebut yakni memiliki satu kesamaan bahwa mereka melarang atau menghambat situasi yang kondusif dalam penanaman modal asing dan impor, termasuk modal asing dan ekspor Amerika Serikat. Iran, misalnya melarang pemilikan swasta atas pembangkit tenaga listrik, pelayanan pos, telekomunikasi dan industri skala besar. Selain itu, konstitusi Iran sangat melarang pemilikan asing atas sektor minyak bumi dan memandatkan pemilikan negara atas sekto perbankan. Ditambahkan pula bahwa pemerintah menggunakan kepemilikan sahamnya atas 1500 perusahaan untuk mempengaruhi harga guna memenuhi tujuan kebijakan sosial dan bukan tujuan keuntungan transnasional. Lebih jauh lagi, Iran menggalakkan pengembangan industri domestik dengan menurunkan tingkat impor. Alhasil, Iran bukanlah negara tujuan dimana kaum kapitalis ‘membangun’ pasar dan kesempatan untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Jadi, apakah kecaman atas Iran tentang pengembangan senjata nuklir dan reputasi Ahmadinejad sebagai ‘anti-Semit’ hanyalah kamuflase untuk membuka perekonomian Iran agar naik rankingnya dalam Index of Economic Freedom yang dikeluarkan oleh U.S.State Department?

NB: Top Bottom of Index of Economic Freedom: Cuba (rank: 150, melarang dan menghambat penanaman modal asing melalui pengetatan kriteria; Belarus (rank: 151, menolak sektor swasta dan privatisasi untuk menghambat penanaman modal asing serta mengembangkan kebijakan penekanan pada impor dan meningkatkan ekspor); Venezuela (rank: 152, pemerintah mengontrol sektor kunci ekonomi sehingga membatasi kesempatan penanaman modal Amerika serikat); Zimbabwe (rank: 154, secara umum tidak setuju pada penanaman modal asing, mendorong partisipasi rakyat Zimbabwe dalam kepemilikan lokal; Iran (rank: 156) and north Korea (rank: 157, mengakarnya komunis di negara tersebut dengan ekonomi komando pusat yang mengontrol semua impo dan ekspor dan melarang sebagian besar penanaman modal asing)



Advertisements

One thought on “Pasar atau Nuklir?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s