jump to navigation

Definisi Bajak Laut: IMO vs IMB October 29, 2008

Posted by dheree in International.
add a comment

         Dalam film “Pirates of Carribean” atau anime “One Piece”, bajak laut laut sering diromantisasi dengan sudut-sudut percintaan dan heroism. Begitulah, media hiburan membungkus fenomena bajak laut di perairan dunia dengan sesuatu yang dapat melemahkan citra kejam dan bengis para bajak laut ketika beraksi diperairan. Bajak laut bukanlah sesuatu yang baru dalam peradaban manusia. Kelompok bajak laut muncul dan berkembang seiring dengan peradaban manusia itu sendiri. Pada abad-abad awal masehi, ketika lautan menjadi jalur perdagangan yang ramai yang menghubungkan daratan Eropa dengan wilayah Timur Tengah yang terpencil dan Asia yang terletak jauh di Timur, kelompok bajak laut tumbuh dan berkembang. Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan kelompok-kelompok bajak laut. Terdapat beberapa catatan sejarah yang menggambarkan wilayah perairan Asia Tenggara yang rawan akan serangan bajak laut. seperti yang pernah ditulis oleh Fa-Hsien awal abad kelima yang melewati perairan Asia Tenggara ketika melakukan perjalanan pulang dari India menuju Cina. Begitu juga dengan catatan milik Chia-Tan pada abad kedelapan dan kesembilan serta catatan dari Ibnu Battutah pada pertengahan abad keempat belas.

(more…)

Pengadilan Genosida Kamboja (Cambodian Genocidal Court) December 4, 2007

Posted by dheree in International.
Tags:
3 comments

Sidang Pengadilan HAM di Kamboja

Pada bulan November 2007, pengadilan genosida Kamboja yang menempatkan beberapa petinggi rezim Khmer Merah dilangsungkan untuk pertama kalinya di ibukota Kamboja, Pnom Penh. Pada pengadilan tersebut menghadirkan Kang Kek Ieu atau yang dikenal dengan Kamerad Duch sebagai terdakwa. Kamerad Duch merupakan salah satu dari lima pejabat senior Khmer Merah yang ditahan dan didakwa oleh pengadilan. Duch sendiri merupakan seorang kepala penjara Tuol Sleng yang dikenal sebagai penjara maut karena diperkirakan terdapat 16.000 jiwa tewas akibat penyiksaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh rezim Khmer Merah di penjara tersebut. Berlangsungnya pengadilan genosida tersebut sedikit banyak memberikan harapan bagi terpuaskan

nya keadilan bagi jutaan rakyat Kamboja yang menjadi korban dari kekuasaan rezim Khmer Merah yang berlangsung dari tahun 1975 hingga 1979 namun telah memakan korban sebanyak tiga juta jiwa selama periode tersebut. Pengadilan tersebut juga memberikan harapan kembali bagi rakyat Kamboja yang menilai bahwa proses peradilan bagi pelaku genosida di Kamboja sangat lambat. Lambatnya peradilan dikhawa

tirkan akan mengurangi nilai dari hukum tersebut karena beberapa dari pemimpin senior rezim Khmer Merah sudah meninggal, termasuk Pol-Pot.

(more…)

Globalisasi: Transnasionalisasi Demokrasi sebagai Instrumen Kebijakan Politik September 21, 2007

Posted by dheree in International.
4 comments

Salah satu karakteristik globalisasi adalah ditandai dengan adanya mobilitas pemikiran, gagasan dan ide-ide. Dampaknya adalah adanya sebuah common ideas dari penyebaran pemikiran-pemikiran tersebut ke berbagai belahan dunia. Salah satu dari ide atau gagasan maupun pemikiran yang sedang menjadi sorotan banyak kalangan adalah demokrasi baik itu sebagai nilai maupun sebagai institusi politik. Menurut Francis Fukuyama dalam bukunya the End of History menyebutkan bahwa dunia sudah berakhir dengan ditandai berakhirnya evolusi ideologi manusia dan universalisasi demokrasi liberal Barat sebagai bentuk akhir dari pemerintahan manusia. Pernyataan Fukuyama tersebut menyiratkan kembali akan sejarah kemenangan Free World atas Komunis dengan runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1989. Negara-negara Barat dengan ideologi liberal-nya merasa menang dan berhak untuk menyebarkan pemikiran dan gagasan dari ideologi mereka ke seluruh belahan dunia.

(more…)

Globalisasi dan Keadilan Global September 21, 2007

Posted by dheree in International.
add a comment

Protests to WTO

Globalisasi merupakan sebuah tema besar dalam setiap pembahasan yang melibatkan semua pihak baik di tingkat internasional maupun di tingkat yang lebih nasional dan lokal. Selain itu, globalisasi juga merupakan bahasan yang bersifat debatable dimana konsep globalisasi bukan merupakan sebuah keadaan yang stagnan dan mutlak adanya. Globalisasi merupakan sebuah konsep yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Oleh sebab itulah, pandangan semua pihak terhadap konsep globalisasi yang ditawarkan dapat berbeda satu sama lain. Banyak pihak yang mengagungkan konsep globalisasi sebagai sbuah proses yang dapat semakin meningkatkan kesejahteraan bagi semua kalangan baik negara maupun non-negara. Tidak sedikit pula yang menyakinkan bahwa konsep globalisasi yang diterapkan saat ini merupakan sebuah proses yang justru telah mengakibatkan sebuah keadaan yang lebih buruk ketimbang masa-masa sebelumnya terutama dalam hal kemiskinan, kerusakan lingkungan dan kekerasan.

(more…)

Pasar atau Nuklir? September 21, 2007

Posted by dheree in International.
1 comment so far

knin192l.jpg

Apa yang ada dalam pikiran anda jika saya menyebutkan negara-negara semisal Kuba, Venezuela, Iran dan Korea Utara? Mungkin saja apa yang kalian pikirkan adalah negara-negara tersebut merupakan negara-negara yang memiliki reputasi buruk dimata Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya. Sebut saja, mereka bermasalah dengan Energi Nuklir, Minyak Bumi, ataupun hal yang sedikit idealis yakni berhaluan Kiri (Komunis). Namun ada satu hal yang menarik dari keempat negara tersebut yakni memiliki satu kesamaan bahwa mereka melarang atau menghambat situasi yang kondusif dalam penanaman modal asing dan impor, termasuk modal asing dan ekspor Amerika Serikat. Iran, misalnya melarang pemilikan swasta atas pembangkit tenaga listrik, pelayanan pos, telekomunikasi dan industri skala besar. Selain itu, konstitusi Iran sangat melarang pemilikan asing atas sektor minyak bumi dan memandatkan pemilikan negara atas sekto perbankan. Ditambahkan pula bahwa pemerintah menggunakan kepemilikan sahamnya atas 1500 perusahaan untuk mempengaruhi harga guna memenuhi tujuan kebijakan sosial dan bukan tujuan keuntungan transnasional. Lebih jauh lagi, Iran menggalakkan pengembangan industri domestik dengan menurunkan tingkat impor. Alhasil, Iran bukanlah negara tujuan dimana kaum kapitalis ‘membangun’ pasar dan kesempatan untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Jadi, apakah kecaman atas Iran tentang pengembangan senjata nuklir dan reputasi Ahmadinejad sebagai ‘anti-Semit’ hanyalah kamuflase untuk membuka perekonomian Iran agar naik rankingnya dalam Index of Economic Freedom yang dikeluarkan oleh U.S.State Department?

NB: Top Bottom of Index of Economic Freedom: Cuba (rank: 150, melarang dan menghambat penanaman modal asing melalui pengetatan kriteria; Belarus (rank: 151, menolak sektor swasta dan privatisasi untuk menghambat penanaman modal asing serta mengembangkan kebijakan penekanan pada impor dan meningkatkan ekspor); Venezuela (rank: 152, pemerintah mengontrol sektor kunci ekonomi sehingga membatasi kesempatan penanaman modal Amerika serikat); Zimbabwe (rank: 154, secara umum tidak setuju pada penanaman modal asing, mendorong partisipasi rakyat Zimbabwe dalam kepemilikan lokal; Iran (rank: 156) and north Korea (rank: 157, mengakarnya komunis di negara tersebut dengan ekonomi komando pusat yang mengontrol semua impo dan ekspor dan melarang sebagian besar penanaman modal asing)