Daftar Satwa Terancam Punah Tahun 2007 Diumumkan September 25, 2007
Posted by dheree in Environment.14 comments
The World Conservation Union (IUCN) pada tahun 2007 ini kembali mengeluarkan daftar satwa yang terancam punah. Satwa-satwa tersebut masuk ke dalam daftar satwa terancam punah karena adanya penurunan jumlah populasi secara drastis. Dalam perkembangan laporannya yang berjudul Red List of Threaten Species, IUCN mengatakan bahwa 40 persen dari satwa-satwa yang terdaftar dari seluruh dunia tersebut dalam keadaan terancam punah. Sampai tahun 2006 saja, laporan yang memuat kerawanan kehidupan satwa liar ini terus bertambah hingga lebih dai ribuan dan sekarang berjumlah 41.415. Tahun 2007 ini terdapat tujuh satwa yang masuk dalam Red List. Satwa-satwa tersebut beragam mulai dari primata, burung, reptil, mamalia air, ikan sampai koral.
Globalisasi: Transnasionalisasi Demokrasi sebagai Instrumen Kebijakan Politik September 21, 2007
Posted by dheree in International.4 comments
Salah satu karakteristik globalisasi adalah ditandai dengan adanya mobilitas pemikiran, gagasan dan ide-ide. Dampaknya adalah adanya sebuah common ideas dari penyebaran pemikiran-pemikiran tersebut ke berbagai belahan dunia. Salah satu dari ide atau gagasan maupun pemikiran yang sedang menjadi sorotan banyak kalangan adalah demokrasi baik itu sebagai nilai maupun sebagai institusi politik. Menurut Francis Fukuyama dalam bukunya the End of History menyebutkan bahwa dunia sudah berakhir dengan ditandai berakhirnya evolusi ideologi manusia dan universalisasi demokrasi liberal Barat sebagai bentuk akhir dari pemerintahan manusia. Pernyataan Fukuyama tersebut menyiratkan kembali akan sejarah kemenangan Free World atas Komunis dengan runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1989. Negara-negara Barat dengan ideologi liberal-nya merasa menang dan berhak untuk menyebarkan pemikiran dan gagasan dari ideologi mereka ke seluruh belahan dunia.
Globalisasi dan Keadilan Global September 21, 2007
Posted by dheree in International.add a comment
Globalisasi merupakan sebuah tema besar dalam setiap pembahasan yang melibatkan semua pihak baik di tingkat internasional maupun di tingkat yang lebih nasional dan lokal. Selain itu, globalisasi juga merupakan bahasan yang bersifat debatable dimana konsep globalisasi bukan merupakan sebuah keadaan yang stagnan dan mutlak adanya. Globalisasi merupakan sebuah konsep yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Oleh sebab itulah, pandangan semua pihak terhadap konsep globalisasi yang ditawarkan dapat berbeda satu sama lain. Banyak pihak yang mengagungkan konsep globalisasi sebagai sbuah proses yang dapat semakin meningkatkan kesejahteraan bagi semua kalangan baik negara maupun non-negara. Tidak sedikit pula yang menyakinkan bahwa konsep globalisasi yang diterapkan saat ini merupakan sebuah proses yang justru telah mengakibatkan sebuah keadaan yang lebih buruk ketimbang masa-masa sebelumnya terutama dalam hal kemiskinan, kerusakan lingkungan dan kekerasan.
Pasar atau Nuklir? September 21, 2007
Posted by dheree in International.1 comment so far
Apa yang ada dalam pikiran anda jika saya menyebutkan negara-negara semisal Kuba, Venezuela, Iran dan Korea Utara? Mungkin saja apa yang kalian pikirkan adalah negara-negara tersebut merupakan negara-negara yang memiliki reputasi buruk dimata Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya. Sebut saja, mereka bermasalah dengan Energi Nuklir, Minyak Bumi, ataupun hal yang sedikit idealis yakni berhaluan Kiri (Komunis). Namun ada satu hal yang menarik dari keempat negara tersebut yakni memiliki satu kesamaan bahwa mereka melarang atau menghambat situasi yang kondusif dalam penanaman modal asing dan impor, termasuk modal asing dan ekspor Amerika Serikat. Iran, misalnya melarang pemilikan swasta atas pembangkit tenaga listrik, pelayanan pos, telekomunikasi dan industri skala besar. Selain itu, konstitusi Iran sangat melarang pemilikan asing atas sektor minyak bumi dan memandatkan pemilikan negara atas sekto perbankan. Ditambahkan pula bahwa pemerintah menggunakan kepemilikan sahamnya atas 1500 perusahaan untuk mempengaruhi harga guna memenuhi tujuan kebijakan sosial dan bukan tujuan keuntungan transnasional. Lebih jauh lagi, Iran menggalakkan pengembangan industri domestik dengan menurunkan tingkat impor. Alhasil, Iran bukanlah negara tujuan dimana kaum kapitalis ‘membangun’ pasar dan kesempatan untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Jadi, apakah kecaman atas Iran tentang pengembangan senjata nuklir dan reputasi Ahmadinejad sebagai ‘anti-Semit’ hanyalah kamuflase untuk membuka perekonomian Iran agar naik rankingnya dalam Index of Economic Freedom yang dikeluarkan oleh U.S.State Department?
NB: Top Bottom of Index of Economic Freedom: Cuba (rank: 150, melarang dan menghambat penanaman modal asing melalui pengetatan kriteria; Belarus (rank: 151, menolak sektor swasta dan privatisasi untuk menghambat penanaman modal asing serta mengembangkan kebijakan penekanan pada impor dan meningkatkan ekspor); Venezuela (rank: 152, pemerintah mengontrol sektor kunci ekonomi sehingga membatasi kesempatan penanaman modal Amerika serikat); Zimbabwe (rank: 154, secara umum tidak setuju pada penanaman modal asing, mendorong partisipasi rakyat Zimbabwe dalam kepemilikan lokal; Iran (rank: 156) and north Korea (rank: 157, mengakarnya komunis di negara tersebut dengan ekonomi komando pusat yang mengontrol semua impo dan ekspor dan melarang sebagian besar penanaman modal asing)
Islam Politik Tidak Akan Dibeli oleh Muslim Indonesia? September 4, 2007
Posted by dheree in Politic.4 comments
Pertanyaan ini mengingatkan saya akan kuliah Politik Global Amerika Serikat oleh salah seorang dosen HI yang tinggal di Illinois, Amerika Serikat, senin kemarin (4/09). Pernyataan yang membuat saya bertanya-tanya adadalh ketika beliau mengatakan bahwa Islam politik tidak akan dibeli oleh mayoritas muslim Indonesia. Islam politik disini merupakan sebuah penghalusan dari sebuah usaha untuk menegakkan syariat Islam di bumi Indonesia melalui jalur politik khususnya lewat partai politik. Terlepas dari pernyataan beliau yang ‘mengetahui’ adanya kompromi politik antara para politikus Islam—beliau menekankan pada ‘tokoh-tokoh PKS’—dengan pemerintah Amerika Serikat, beliau mengatakan bahwa penegakkan syariah Islam—secara hukum dan konsep—tidak akan dibeli oleh sebagian besar muslim masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya trauma sejarah politik bangsa Indonesia akan gerak-gerik Islam politik yang telah banyak diwarnai oleh pertumpahan darah, DI/TII misalnya.





