Coelacanth : Perenang Purba March 12, 2011
Posted by dheree in Environment.add a comment
Perenang Purba
Coelacanth, sebelumnya, diperkirakan telah punah bersamaan dengan dinosaurus. Ditemukan kembali pada tahun 1938, makhluk tersebut diceritakan dalam sebuah catatan fotografi yang langka.
Bukanlah kejadian setiap hari bahwa fosil hidup terlihat di jaring nelayan. Namun itulah yang terjadi pada tahun 1938, saat seorang kurator museum Afrika Selatan yang bernama Marjorie Courtenay-Latimer melihat makhluk aneh dengan sisik tebal, sirip yang tidak biasa, dan sebuah cuping tambahan di ekornya, ditengah-tengah ikan tangkapan biasa lainnya. Walaupun dia tidak mengetahuinya secara langsung, Couurtenay-Latimer telah menemukan kembali coelacanth, yang telah dianggap punah pada periode akhir Kretasius namun sudah hidup lebih lama dari makhluk purbakala dijamannya, menghuni lautan dalam, tanpa terusik-dan terdeteksi- selama beribu-ribu tahun.
Perubahan Ekologi di Benua Afrika October 29, 2008
Posted by dheree in 1, Environment.7 comments
Benua Afrika merupakan benua yang memiliki beragam bentuk ekologi dan habitat yang menjadi tempat bagi ribuan spesies hewan dan tumbuhan tinggal. Benua Afrika juga menjadi tempat bagi ratusan juta penduduk yang menempati benua tersebut. Perubahan dari tahun ke tahun telah mengubah wajah Afrika. Pertumbuhan penduduk, perkembangan industri, dan perubahan iklim telah mengubah gambaran permukaan Afrika. Beberapa hal yang telah berubah, sebagian besar adalah penampakan alam yang terkait habitat bagi hewan dan manusia.
Changing War Strategies on Avatar Series October 29, 2008
Posted by dheree in Strategic.4 comments
![]()
Well, here I come with a post about Avatar: The last Airbender, the US-made cartoon show on Nickeledeon, which for me not only a mere kids-amusement TV show, but more as a full of historical, cultural, philosophical, and educating TV show. Here, I won’t discuss about what is Avatar, his must-accomplished tasks, or his journey to acquire those tasks. And I won’t tell the full story here, but I want to underscore that there are something we can learn from it. One of the lessons is the war philosophy about changing strategy to win the battle. We can see that by comparing the war strategy which used by the Fire Nations to capture the Earth Kingdom’s capital city, Ba Sing She, and conquered the North Pole in book one and war strategy which used by them to capture Ba Sing She in book two. Well, one of the factors that influenced the strategy is a leadership.
Definisi Bajak Laut: IMO vs IMB October 29, 2008
Posted by dheree in International.add a comment
Dalam film “Pirates of Carribean” atau anime “One Piece”, bajak laut laut sering diromantisasi dengan sudut-sudut percintaan dan heroism. Begitulah, media hiburan membungkus fenomena bajak laut di perairan dunia dengan sesuatu yang dapat melemahkan citra kejam dan bengis para bajak laut ketika beraksi diperairan. Bajak laut bukanlah sesuatu yang baru dalam peradaban manusia. Kelompok bajak laut muncul dan berkembang seiring dengan peradaban manusia itu sendiri. Pada abad-abad awal masehi, ketika lautan menjadi jalur perdagangan yang ramai yang menghubungkan daratan Eropa dengan wilayah Timur Tengah yang terpencil dan Asia yang terletak jauh di Timur, kelompok bajak laut tumbuh dan berkembang. Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan kelompok-kelompok bajak laut. Terdapat beberapa catatan sejarah yang menggambarkan wilayah perairan Asia Tenggara yang rawan akan serangan bajak laut. seperti yang pernah ditulis oleh Fa-Hsien awal abad kelima yang melewati perairan Asia Tenggara ketika melakukan perjalanan pulang dari India menuju Cina. Begitu juga dengan catatan milik Chia-Tan pada abad kedelapan dan kesembilan serta catatan dari Ibnu Battutah pada pertengahan abad keempat belas.
Pengaruh Globalisasi Terhadap Kebudayaan Minangkabau June 12, 2008
Posted by dheree in Culture.Tags: minangkabau
5 comments

Berbeda dengan banyak masyarakat tradisional di Nusantara ini, masyarakat dan kebudayaan Minangkabau memiliki filosofi dan pandangan hidup (weltanschauung) yang sesungguhnya mengandung nilai-nilai global yang langgeng “ tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan“. Melalui petatah-petitih serta pantun–pribahasa itu, orang akan menemukan sejumlah prinsip dasar kehidupan yang padanannya hanya ditemukan dalam kebudayaan Yunani lama dan dalam khazanah kebudayaaan Islam. Ketiganya yakni adat Minangkabau, kebudayaan Barat yang berasal Yunani (melalui pengaruh modernisme dari Barat), dan Islam, dalam prosesnya telah terjalin dalam satu jalinan ajaran yang harmonis dalam kebudayaan Minangkabau. (more…)
Pengadilan Genosida Kamboja (Cambodian Genocidal Court) December 4, 2007
Posted by dheree in International.Tags: Khmer Rouge
5 comments

Pada bulan November 2007, pengadilan genosida Kamboja yang menempatkan beberapa petinggi rezim Khmer Merah dilangsungkan untuk pertama kalinya di ibukota Kamboja, Pnom Penh. Pada pengadilan tersebut menghadirkan Kang Kek Ieu atau yang dikenal dengan Kamerad Duch sebagai terdakwa. Kamerad Duch merupakan salah satu dari lima pejabat senior Khmer Merah yang ditahan dan didakwa oleh pengadilan. Duch sendiri merupakan seorang kepala penjara Tuol Sleng yang dikenal sebagai penjara maut karena diperkirakan terdapat 16.000 jiwa tewas akibat penyiksaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh rezim Khmer Merah di penjara tersebut. Berlangsungnya pengadilan genosida tersebut sedikit banyak memberikan harapan bagi terpuaskan
nya keadilan bagi jutaan rakyat Kamboja yang menjadi korban dari kekuasaan rezim Khmer Merah yang berlangsung dari tahun 1975 hingga 1979 namun telah memakan korban sebanyak tiga juta jiwa selama periode tersebut. Pengadilan tersebut juga memberikan harapan kembali bagi rakyat Kamboja yang menilai bahwa proses peradilan bagi pelaku genosida di Kamboja sangat lambat. Lambatnya peradilan dikhawa
tirkan akan mengurangi nilai dari hukum tersebut karena beberapa dari pemimpin senior rezim Khmer Merah sudah meninggal, termasuk Pol-Pot.
Apa Yang Dapat Diharapkan Dari UNFCCC di Bali (?) December 3, 2007
Posted by dheree in Environment.Tags: Climate change
12 comments
Sekitar seratus pemimpin dunia akan hadir dalam pertemuan tingkat tinggi yang diadakan di Nusa Dua, Bali, mulai dari tanggal 3 sampai 13 Desember 2007. Tanggal tersebut mengingatkan kepada kita sekali lagi pada pertemuan yang sama, sepuluh tahun yang lalu, pada tanggal 1 sampai 11 Desember 1997 di Kyoto, Jepang yang menghasilkan Protocol of Kyoto. Sekilas tema di atas dapat ditangkap sebagai ungkapan pesimistis dan apatis menjelang digelarnya United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Memang, pertanyaan (pernyataan—red) tersebut diatas bukanlah ungkapan kosong belaka. Hal ini melihat kembali dari hasil perundingan UNFCCC ketiga, sepuluh tahun yang lalu, di Kyoto. Walaupun pada akhirnya perundingan menghasilkan ketentuan yang diharapkan yakni dengan disepakatinya oleh negara-negara peserta tentang pengurangan emisi kolektif dari enam gas efek rumah kaca seperti karbondioksida, metana, nitrogen oksida, hidro fluorocarbon, per fluorocarbon dan sulfur heksaflourida. Namun, sangat disayangkan bahwa Amerika Serikat sebagai emiter (penghasil emisi) paling besar tidak meratifikasi protokol yang padahal nantinya akan menguatkan komitmen negara-negara peratifikasi dalam mengimplementasikan klausul-klausul yang disepakati di dalam Protokol Kyoto. Keputusan Amerika Serikat tersebut sangat mengurangi efektifitas dari protokol dalam mengurangi emisi gas. (more…)
Konsep Human Security dalam Proses Peace-building di Aceh November 27, 2007
Posted by dheree in Strategic.2 comments
Masa Depan Aceh
Tanggal 29 November 2007, tepatnya hari kamis, Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia mengadakan sebuah seminar yang mengangkat tema “Masa Depan Aceh Paska MoU Helsinki dalam Kerangka Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Terdapat beberapa sub-tema yang akan dibahas dalam seminar tersebut tentunya terkait dengan proses rehabilitasi pembangunan paska penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) Helsinki seperti peranan Pemerintah Daerah NAD dalam mengelola Propinsi NAD secara terintegrasi dalam Kerangka NKRI, langkah-langkah antisipatif terhadap tantangan di bidang politik, hukum dan pembangunan Good Governance paska MoU Helsinki, Membangun Perekonomian Aceh yang transparan dan bebas dari tekanan dan intimidasi kelompok tertentu, dan alternatif Peace-Building yang ideal bagi Aceh dalam kerangka keutuhan NKRI dan stabilitas keamanan internal. Dalam seminar tersebut juga akan hadir pembicara-pembicara yang kompeten di bidangnya masing-masing. (more…)
Ada Apa Dengan Strategi Pertahanan Indonesia? November 25, 2007
Posted by dheree in Strategic.17 comments
Sebagai sebuah bangsa kepulauan terbesar di dunia, dengan total wilayah darat dan laut beserta Zona Ekonomi Eklusif-nya yang mencapai 10 juta km persegi, Indonesia memiliki pandangan pertahanan nasional yang seharusnya berbeda dengan bangsa lainnya. Selain itu, bangsa Indonesia memiliki kekhasan yang tidak dimiliki bangsa lain terkait dengan posisinya yang strategis. Kekhasan ini konsekuensi dari adanya UNCLOS (United Nations Conference on the Law of the Sea) yang membagi Indonesia menjadi empat kompartemen strategis sesuai dengan ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang ada. Hal ini berarti ancaman eksternal dan manifestasi ancaman lainnya sangat berpotensi mengekploitasi kawasan perairan Indonesia.


